Semoga teman-teman senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Maapkeun ya, saya baru menyempatkan diri untuk membuat tulisan lagi. Tulisan kali ini bukan merupakan informasi seperti tulisan-tulisan sebelumnya. Ada banyak hal yang baru saya lakukan pertama kali di tahun ini.
Traveling
Allah mengabulkan doa-doa yang saya panjatkan pada masa lalu, dimana doa-doa tersebut sudah jarang sekali saya pinta. Tuntutan pekerjaan sebagai sales marketing menjadikan saya harus berani. Berani jalan sendiri mencari pembeli, berani membuat rencana perjalanan bisnis, dan yang paling penting berani menawarkan barang yang saya jual. Hal terakhir yang paling sulit saya jalani hingga akhirnya saya kena....
PHK
Nggak enak kan ya kena PHK? Tapi PHK yang saya alami pertama kali ini justru membuat saya senang bukan kepalang. Saya terbebas dari jerat rasa bersalah kepada atasan. Banyak syukur pula dari pekerjaan ini saya belajar banyak hal yang sangat berharga yang tidak bisa dibeli dengan uang. Pengalaman.
Sebenarnya inti dari perjalanan yang saya lakukan selama 2019 ini yaitu, dengan siapa saya bertemu, cerita apa yang saya dapat dari mereka, dan bagaimana sikap mereka kepada saya. Hal-hal tersebut yang mendorong saya untuk menjadi pribadi yang lebih berguna lagi bagi orang lain terutama orang-orang yang berada di sekitar saya.
Keberuntungan itu terletak pada pikiran kita. Bagaimana kita menyikapi suatu hal yang terjadi pada kita. Bisakah kita berpikir itu adalah keberuntungan? Tergantung diri sendiri.
Contohnya: saat saya berani sales traveling ke Madura. Banyak orang (bukan orang Madura pastinya) berpikir Madura itu kasar. Tapi apa hak kita memukul rata bahwa semua orang Madura itu kasar? Buktinya saya lebih sering bertemu orang Madura yang baik, baik sekali bahkan. Di kampung halaman saya juga, orang Madura yang sering menjajakan satenya sangat baik (sudah langganan).
Intinya jangan mudah percaya kata orang sebelum kita sendiri yang mencoba untuk mengalaminya. Tapi waspada itu sangat perlu.
Semoga bermanfaat
Salaam,


0 Komentar