Assalammualaikum sayaaaaanggg...
Kita sambung lagi yaaaa
Kita sambung lagi yaaaa
Momen menikmati matahari terbit, berswafoto, dan mengambil foto kenang-kenangan bersama kabut Bromo telah usai. Perjalanan berlanjut ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Ya, Gunung Semeru menjadi satu kawasan dengan Gunung Bromo. Nah, untuk jalur pendakian Gunung Semeru, kalian bisa cek di link ini. Kembali berkelana dengan jeep, kami melakukan offroad di lautan pasir TNBTS ini. Seru? Lumayan, lebih seru lagi jika di dalam jeep tidak berhimpit-himpitan.
Video ke TNBTS yang masih berkabut padahal sudah cukup terang (mungkin terik)
Tujuan pertama kami, yaitu Bukit Widodaren. Bukit ini terletak di kanan Kawah Bromo (patokan: menghadap ke tangga Kawah Bromo). Bukit ini tak jauh berbeda dengan bukit-bukit yang mengelilingi TNBTS. Kondisi saat ini (akhir Agustus-awal September) TNBTS kering kerontang, rumput-rumput berwarna coklat, namun masih ada beberapa pepohonan yang tidak ranggas (di atas, kami menyebut TNBTS posisinya berada di bawah).
Sempat kecewa dengan pemandangan seperti ini, namun ini menjadi kenangan tak terlupakan, saya jadi tahu keadaan Bromo saat musim kemarau seperti ini. Ada satu hal yang membuat saya merasa udik sekali, yaitu saat turun dari jeep saya merasakan hawa dingin dan hembusan nafas saya mengeluarkan (semacam) asap. Eits, tanpa memainkan mulut ya (meniup-niup), jadi asap ini keluar dengan sendiri saat saya bernafas. Boro-boro, musim paling dingin di Jogja tidak sampai terasa seperti ini. Jadi, saya mulai berangan, apa saya harus mencoba tinggal di tempat bersalju? Asli, seru loh merasakan hal seperti ini. Sekedar info saja, saya memiliki riwayat alergi terhadap cuaca dingin, namun entah kenapa alergi saya justru tidak kambuh di Bromo, pun waktu di Kaliurang (bawah Merapi).
![]() |
| Bukit Widodaren |
Lagi-lagi, di sini kami hanya berfoto-foto ria, kalau saya mah asyik bermain pasir, menikmati pemandangan, dan menikmati udara. Alhamdulillah. Ada tempat yang walau panas namun dingin. Ya di sini ini. Kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali ke lautan pasir untuk mengambil foto kenang-kenangan lagi. Di sini ada semacam tugu yang bertuliskan "The Sea Of Sand" dan berhadapan langsung dengan Kawah Bromo. Hatiku bergejolak, ingin rasanya mendaki ke sana, namun apa daya keegoisanku tidak berani memberontak.
![]() |
| Lautan Pasir |
Akhirnya tour kami selesai, ya saya mengganggap tour ini selesai sebab perjalanan dari lautan pasir kami hanya melakukan perjalanan kembali ke Surabaya yang diselingi istirahat, melalui jalur yang sama saat berangkat.
Apa yang membuat saya ingin kembali ke Bromo? Saya ingin menikmati padang savana yang menghijau. Saya ingin mendaki ke kawah Bromo. Saya ingin berkenalan dengan pengunjung Bromo, apalagi jika dia adalah backpacker. Seru aja gitu kalau saya bisa mendengar pengalaman orang-orang secara langsung, terutama backpacker. Greget! Dan pastinya membakar motivasi saya agar selalu tertantang dengan hal-hal yang belum pernah saya coba.
Sekian cerita dari saya, saya berharap ini dapat menghibur teman-teman. Jika ada pertanyaan atau ingin berbagi pengalaman, yuk komentar ya.
Oh iya, satu lagi, saya ingin bersaudara dengan warga setempat, satu orang pun tidak mengapa. Agar saya punya alasan untuk kembali ke Bromo.
See you guys
Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Love you all,




0 Komentar