Assalammualaikum pemirsaaaahhh...
Maaf yaaaa saya belum sempat melanjutkan part 2 yang cerita pulkam ke Jogja karena saya keburu mau buat postingan ini supaya nggak lupa tentang rasa, dsb. Buat warga Jawa Timur pasti tahu lah yang namanya tahu tek ini, tapi buat warga di luar Jawa Timur pasti kebanyakan belum mengetahuinya. Sayangnya saya ini minim informasi, saya tidak tahu apakah makanan ini khas Surabaya saja atau se-Jawa Timur? Pemirsah yang tahu bisa komen yaaa...

Ini kali ke-2 saya makan tahu tek, dan pesan di tempat yang sama. Duh enaknya jaman milenial ini apa-apa serba canggih. Saat tengah malem perut keroncongan dan mager buat masak atau keluar beli makanan, maka aplikasi online pun bisa menolong. Yeay! Kok nggak masak indomie aja, Mbak? Karena saya sudah batasi konsumsi indomie cuma sebulan sekali. Maklum saya punya masalah pencernaan dan masalah lainnya kalau nggak pinter-pinter ngatur pola makan.

Warung tahu tek ndublek ini sebenarnya sangat dekat dengan kosan saya, nggak ada 1 km, tapi ya yang namanya mager kuadrat mah udah nggak bisa dipaksain buat gerak. Dulu juga pertama kali beli pesan via online juga (tahu kan aplikasi apa?). Nah, letak warung Tahu Tek Ndublek ini ada di Jalan Rungkut Madya No. 169, Rungkut Kidul, Surabaya buka dari jam 6 sore sampai jam 2 pagi. Warung makan ini bertempat di teras bengkel yang kalau pagi sampai siang digunakan oleh si pemilik bengkel.

Makanan yang dijual yaitu Tahu Tek dan Tahu Tek Telur, saya kurang tahu apakah jual minuman atau tidak. Untuk harga di aplikasi Tahu Tek itu 15 ribu rupiah sedangkan Tahu Telur 17 ribu rupiah, mungkin kalau harga normal dikurangi 2 ribu rupiah. Berhubung sebelumnya saya pesan yang Tahu Tek saja, sekarang saya pesan yang Tahu Telur. 
Nah, isinyaaa... jeng jeng jeng. Isinya ada telur dadar potong, tahu goreng potong, kupat potong, kentang rebus potong, sedikit kecambah, dan timun sebagai acar. Yang bikin makanan ini punya rasa khas itu ada di bumbu kacangnya yang pakai petis. Nah si petisnya ini nih yang selalu jadi andalan makanan-makanan di Jawa Timur, seperti rujak cingur juga menggunakan petis. Oh iya ada lagi yaitu ke-ru-puk. Orang Indonesia kalau makan tanpa kerupuk atau sambel rasanya kurang syedaaaapp.
Nah, itu tuh yang di gambar, pemirsah bisa langsung tuang aja bumbunya lalu aduk-aduk dan siap santap aja. Tapi berhubung saya sengaja kepikiran, "wah enak juga kalau post di blog." Jadi saya memutuskan untuk memindahkan si tahu tek ini ke piring. Dan pemirsah tahu apa? Ni kalau bumbunya saya tuang semua bakal tumpeh tumpeh dah. Maklum piringnya cuma pakai yang ukuran biasa.
Tahu ga? Ini makanan sampe menggunung di piring saya. Beeuuuhhh porsinya rek, bisa berdua sama suami kalau saya (suami dari mane, Buk? Nyari dolooo). Tapi tenang aja, saya tetep bisa ngabisin kok, apa sih yang nggak bisa abis buat saya kalau makanannya pakai bumbu kacang?


Mari kita ulas soal rasa. Dibandingkan dengan waktu pertama kali beli, yang ini lebih muantep. Jadi yang ini saya pesan bumbunya pakai cabe 3 biji (mantan penyuka pedas, jadi cabe dikit aja), itu yang ngebedain selain ada telur karena telur juga memberi aroma sedap tersendiri. Kalau tanpa cabe pemirsah bakal ngerasain asin dan rasa petis yang begitu kuat dan bisa bikin eneg. Dulu saya pernah mewanti-wanti diri sendiri karena rasanya yang bikin eneg. Eh, sekaraaaanngg? Of course bakal beli lagi dengan jumlah cabe yang sama karena takaran seperti itu sudah sesuai dengan selera saya. Oh iya, rasa petis tuh seperti rasa ikan-ikan gitu loh, jadi ya bayangkan saja rasa bumbu kacang dicampur sama rasa ikan. Jadi suatu hal yang baru buat yang belum pernah nyoba. Oh iya, bumbunya ini nggak pake kencur seperti bumbu lotek gitu jadi ya saya rasa ini perpaduan rasa yang cukup menarik sih meskipun simpel. Kalau saya bandingkan dengan bumbu lotek sih saya lebih suka bumbu lotek karena yah lidah saya kurang cocok dengan dunia perujakan di Jawa Timur. Disini yang saya tekankan hanya di bagian bumbu saja, karena bagian itu yang jadi point of view karena ada perbedaan yaitu pe-tis, dan infonya orang Jawa Timur pakai petis udang atau petis madura. Saya juga kurang paham sih bahan-bahan membuat petis itu apa saja sehingga bisa menciptakan rasa yang khas.

Baik, sekian saja ulasan yang bisa saya sampaikan. Mungkin dalam mendeskripsikan kurang detail apalagi soal rasa karena minimnya wawasan saya. Saya tetap terus berusaha menambah wawasan agar dapat memberi informasi yang akurat dan bermanfaat bagi pemirsah. Oh iya dan buat pemirsah yang berkunjung ke Surabaya wajib cobain tahu tek ini kalau tidak selera dengan rujak cingur seperti saya, hehehe.. Terimakasiiiiihhhh....

Big hug,